Friday, December 22, 2017 0 comments

hakikat perjalanan

Apa hakikat perjalanan ketika kita hanya menghabiskan waktu untuk menunggu mati.

pernah suatu saat aku berhenti berfikir bahwa kehidupan ini hanyalah angan angan belaka, hanyalah sebuah perjalanan yang tidak berarti.

namun seketika itu juga aku tersadar di setiap saat kita menghabiskan menit detik milidetik yang ada semua itu tercatat dalam kitab akhirat.

Sudah berapa lama sudah Berapa jauh Sudah berapa rasa yang kau jalani untuk menciptakan sebuah ending kematian yang baik.

hakikat perjalanan adalah mencari rasa mencari pengalaman mencari makna dari setiap apa yang kita temui.

teman baru sebuah kejadian baru sebuah ilmu bahkan mungkin sebuah perasaan baru di hati yang baru pada orang yang baru.

perjalanan juga bisa diartikan adalah sebuah pelarian. ketika kau sudah muak pada kehidupan yang sama ketika kau sudah bosan terhadap jalan cerita yang lama kau lalui kau harus lakukan perjalanan.

maka perjalanan Apa yang sedang kau lakukan apakah ia adalah sebuah perhatian dari sebuah cinta yang salah atau mungkin sebuah perjalanan baru untuk melupakan masa lalu.

aku tak tahu apa yang telah terjadi selama ini, aku tak tau bagaimana melupakan rasa yang sudah ada, aku tak tahu bagaimana mencintai orang yang baru, karena hatiku selama ini hanya untukmu, karena hatiku selama ini masih mencintaimu.

Sunday, April 9, 2017 0 comments

Belajar

Dalam setiap hari, haruslah ada pelajaran berarti, karena hakikatnya hidup ini adalah untuk menunggu mati, selama itu, jadilah diri bermanfaat bagi sesama.

Aku pernah meninginkan sebuah kisah cinta yang indah, aku pernah menginginkan sebuah kehidupan yang 'wah', namun seiringnya waktu berjalan, aku mulai menyadari bahwa keinginan yang naif itu tidak gampang untuk didapatkan, namun masih bisa terjadi.

Sayangnya, yang aku lupakan adalah, ketika kita bermimpi, kita harus berani. Dalam kisah hidupku pun seharusnya begitu, berani ambil resiko, berani bersabar atas segala ujian dan tantatangan, dan juga jangan lupa, harus berani berkorban termasuk mengorbankan masa muda.

Aku seharusnya sudah tersadar akan kehangatan cahaya Ilahi, ketika malam hari aku menangis merintih meratapi dosa masa lalu, namun kini aku merindu akan sebuah masa yang sudah lama hilang, takut mati maupun takut dosa, aku khilaf.

Dalam keseharian yang makin terasa hampa ini kami mulai bercerita, tentang sebuah masa depan yang indah. Hanya saja aku lupa bahwa kesemuanya itu masihlah tergantung kehidupan masa sekarang, masa muda kita dihabiskan untuk apa.

Nyatanya, banyak dari kita hanya mengandalkan keberuntungan orang tua, dan hanya sedikit dari mereka yang berkecukupan bisa berusaha dan berhasil atas keringatnya sendiri, belum banyak aku bilang. Namun semoga, aku dan kamu akan menjadi salah satu yang masih jarang itu, orang bercukupan yang berhasil dengan keringatnya sendiri.

Diakhir kata, aku hanya ingin bilang, jangan jadikan hari-hari kedepannya ini makin buruk, cukup sudah kawan, cukup. Cobalah kembali di masa jaya kehidupanmu. Maksudku, cobalah untuk tetap melangkah bahkan berlari dengan tegar dan gagah, jangan menunduk dan meragu, aku tak suka.


Monday, February 13, 2017 0 comments

Hujan

Pelajaran dalam hujan deras pagi ini.

Aku tak tau lagi kapan terakhir kali terbangun dari tidur lantas langsung mengambil air wudhu, aku tak tau lagi sudah berapa lama aku meninggalkannya, yang lumrah saat ini, ketika mata terbuka dari bunga tidur yang panjang, lantas gerakan tangan menyapu sekitar dan mencari benda keramat yang membuat semua orang di dunia merasa lengkap menjadi manusia, Handphone.

Karenanya aku berkata, aku sudah lupa kapan terakhir kali mata terbuka dan secara langsung mengambil air wudhu, aku sudah lupa.

Maka di pagi basah hari ini, aku kembali membuka mata, dan seperti lumrah manusia lainnya, segera melihat ponsel lalu beranjak mengambil air wudhu. Pelajaran pagi ini,, aku kembali tersadar, bahwa semua kesehatan jasmani dan rohani terutama, berasal dari sholat yang diawal waktu, dan terlebih lagi jika bisa berjama'ah di masjid.

Selama ini, aku merasa ada yang kurang dalam kehidupan ini, merasa kurang bahagia, tak seperti dulu, di saat menginjak kelas VI sekolah dasar dan berkelana mencari kebahagiaan, dengan cara mencari pondok-pondok yang terbaik.

saat itu, yang kurasakan adalah kebahagiaan seorang anak keci, dan terasa lengkap karena di sana, aku belajar agama dan menghafal Kalam Ilahi, jadilah aku bahagia, terlebih pertemanan dan persahabatan.

aku kembali tersadar, bahwa kebahagiaan muaranya adalah mendekat kepada Allah, utamanya dengan cara sholat, lalu diikuti dengan membaca alquran. karenanya tak salah, ketika ada yang mengatakan bahwa obat kebahagiaan adalah sholat, dan obat ketenangan adalah membaca alquran.

semoga kita istiqomah di jalan yang lurus, dan selalu diingatkan akan kebaikan, dimanapun kita berada, amin.


Monday, January 30, 2017 0 comments

Belajar untuk Hidup

Pernahkah kau berpikir kawan, bahwa seluruh kehidupan ini berputar hanya untukmu..? memang seharusnya seperti itu, dan selalunya memang seharusnya seperti itu.

Karena, jika kita tidak berpikir seperti itu, bahwa kehidupan ini berputar hanya untuk kita, maka kita tidak akan bisa berubah dan bertindak yang terbaik yang bisa kita lakukan. Kenapa tidak..? bayangkan saja jika kau berpikir bahwa kehidupan ini bukan tentangmu tapi tentang orang lain, maka kau akan merasa malas dan tidak mau berusaha yang terbaik.

Sunday, January 29, 2017 0 comments

Born To Be A Journalist

A Journalist, or seorang Pewarta adalah pekerjaan yang terbilang enak, walau semua pekerjaan pasti ada enak dan enggaknya. Hanya saja, terbilang enak bagiku mungkin karena kerjanya berhubungan dengan orang lain, dan juga tidak harus di Ruangan kantor beberapa waktu.

Aku menyukai pekerjaan ini -seharusnya- karena pekerjaan sebagai Jurnalis itu bisa mengenal banyak orang, bertemu orang-orang hebat, dan terpenting adalah menjadi bagian dalam sebuah perubahan.

Hanya saja, beberapa waktu ini aku -setelah lulus pondok- aku sempat bingung hendak menjadi apa, dan apa masa depan ku nanti. Namun, setelah mengalami perjalanan yang terbilang singkat, aku memutuskan untuk menjadi Jurnalis dan Fotografer Dunia.

Di halaman kali ini, akan kusebutkan sebagian kecil yang kurasakan perihal Keenakan dan Ketidak-enakan dalam pekerjaan sebagai Jurnalis dalam pengalaman yang singkat ini (baru terbilang satu tahun setengah).


Positif :

1. Merasa bebas : Setidaknya itu yang kurasakan, karena bebas hendak pakai baju apa, selama sopan, dan bebas bagaimana caranya yang penting dapat berita.

2. Relasi : Semua narasumber yang dimintai datanya setidaknya kenal dengan kita, dan itu harus. Itulah enaknya menjadi jurnalis, karena bisa kenal dengan orang banyak dan juga beberapa diantaranya adalah orang yang sangat penting dan jadi tokoh masyarakat.

3. Informasi : Menjadi seorang Jurnalis tentunya selalu mengetahui lebih dahulu tentang informasi terbaru, setidaknya dalam media nya sendiri, atau fokus pemberitaan yang ditugaskan, ia seharusnya lebih tau dan terdepan dalam informasi itu.

4. Ilmu : Terdepan dalam mengetahui sebuah informasi tentunya ada ilmu ataupun pembelajaran dalam informasi tersebut, karena seorang jurnalis tentunya dituntut untuk memahami semua informasi terbaru itu, jadi mau tidak mau, disitu terjadi proses pembelajaran juga.

5. Pengalaman : Tentunya pengalaman yang didapat sebagai Jurnalis sangat banyak,,, bisa mengenal orang baru setiap harinya itu adalah pengalaman yang sangat berharga, dan juga tentunya ruang pekerjaan jurnalis tidak tentu, bahkan bisa dibilang hampir seluruh dunia adalah ladang atau tempat bekerja bagi jurnalis.

6. Empati : Menjadi seorang Jurnalis tentunya mengenal banyak kepribadian orang, dan juga karena seringnya di jalanan, maka otomatis menjadi seorang jurnalis akan lebih peka dalam lingkungan dan juga Empati dalam dirinya otomatis lebih besar dari orang kebanyakan.


Yaa.. mungkin hanya baru segitu yang terlintas malam ini, nanti akan disusun lagi soal Positifnya menjadi Jurnalis. Sekarang membicarakan yang tidak enak dalam pekerjaan sebagai Jurnalis, walau setiap pekerjaan tentunya ada yang tidak disukai orang tersebut, tapi bagaimana mengatasinya, ia kan, hanya bagaimana bisa bersyukur.. itu saja.!


Negatif:
1. Workaholic : Menjadi serang Jurnalis maka tentunya kehidupannya hampir seluruhnya untuk membicarakan informasi, karena pekerjaan ini tidak kenal waktu, setiap ada peristiwa ataupun sesuatu yang menyangkut pekerjaan nya itu, maka ia adalah seorang jurnalis dan panggilan jiwanya itu tidak bisa tidak dihiraukan, dan harus diambil berita itu. Ini beban tersendiri dalam pekerjaan Sebagai Jurnalis yang gw rasakan.

2. Kesehatan, Waktu, Pergaulan keluarga, de el el.

-Sekian-
Tuesday, January 17, 2017 0 comments

Belajar

tak selalunya kita mendapatkan kehidupan yang indah. Tidak.!.
Tapi kita harus selalu menginginkannya dan berusaha, jangan sampai tidak, karena kekuatan diri kita berawal dari kemauan yang kuat.

Untuk masa lalu, biarlah semua itu berjalan, namun yang pasti haruslah dijadikan pelajaran, agar tak ada lagi kesalahan yang sama di masa depan.

Aku pernah kalah dan mencundangi diri sendiri, dengan lari dari kehidupan. Tapi kedepannya, semoga aku menjadi lebih baik dan lebih berani menghadapi hidup. Bukan lagi takut dan lebih buruk lagi malah berlari dan bersembunyi.

Bukan hanya berani menghadapi, namun harus maksimal dalam menjalani kehidupan ini, agar kelak tak ada lagi kesalahan yang sama, dan bisa menorehkan sebuah kenangan yang indah untuk dunia.

Hal pertama yang harus dibenahi adalah Sholat dan kemauan dalam diri. 
 
;