Dalam setiap hari, haruslah ada pelajaran berarti, karena hakikatnya hidup ini adalah untuk menunggu mati, selama itu, jadilah diri bermanfaat bagi sesama.
Aku pernah meninginkan sebuah kisah cinta yang indah, aku pernah menginginkan sebuah kehidupan yang 'wah', namun seiringnya waktu berjalan, aku mulai menyadari bahwa keinginan yang naif itu tidak gampang untuk didapatkan, namun masih bisa terjadi.
Sayangnya, yang aku lupakan adalah, ketika kita bermimpi, kita harus berani. Dalam kisah hidupku pun seharusnya begitu, berani ambil resiko, berani bersabar atas segala ujian dan tantatangan, dan juga jangan lupa, harus berani berkorban termasuk mengorbankan masa muda.
Aku seharusnya sudah tersadar akan kehangatan cahaya Ilahi, ketika malam hari aku menangis merintih meratapi dosa masa lalu, namun kini aku merindu akan sebuah masa yang sudah lama hilang, takut mati maupun takut dosa, aku khilaf.
Dalam keseharian yang makin terasa hampa ini kami mulai bercerita, tentang sebuah masa depan yang indah. Hanya saja aku lupa bahwa kesemuanya itu masihlah tergantung kehidupan masa sekarang, masa muda kita dihabiskan untuk apa.
Nyatanya, banyak dari kita hanya mengandalkan keberuntungan orang tua, dan hanya sedikit dari mereka yang berkecukupan bisa berusaha dan berhasil atas keringatnya sendiri, belum banyak aku bilang. Namun semoga, aku dan kamu akan menjadi salah satu yang masih jarang itu, orang bercukupan yang berhasil dengan keringatnya sendiri.
Diakhir kata, aku hanya ingin bilang, jangan jadikan hari-hari kedepannya ini makin buruk, cukup sudah kawan, cukup. Cobalah kembali di masa jaya kehidupanmu. Maksudku, cobalah untuk tetap melangkah bahkan berlari dengan tegar dan gagah, jangan menunduk dan meragu, aku tak suka.
Subscribe to:
Comments (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact